Sebelum Beli, Pastikan Kualitas Alat Makan Bayi Lewat 7 Komponen Ini

Sebelum Beli, Pastikan Kualitas Alat Makan Bayi Lewat 7 Komponen Ini

Apakah Anda sedang memerlukan alat makan bayi? Dalam proses pembelian, pertimbangkanlah beberapa komponen di bawah ini demi memperoleh alat makan bayi terbaik. Memang, banyak direkomendasikan merek andalan salah satunya adalah Tupperware. Meskipun harganya lebih mahal, produk ternama tersebut bisa menjadi solusi karena memenuhi 7 komponen ini.

  1. Logo Food Grade

Salah satu indikator utama yang wajib diperhatikan dalam memilih alat makan adalah logo Food Grade. Logo berupa gelas dan garpu di produk plastik ini harus diperhatikan. Pastikan terdapat logo ini pada produk berbahan plastik untuk menjamin bahwa produk tersebut aman digunakan untuk menyimpan makanan secara berulang. Tupperware sudah terjamin karena ada logo ini.

  1. Simbol Plastik pada Produk

Memilih alat makan untuk bayi memang harus lebih selektif karena daya tahan tubuhnya yang masih rentan dan masih dalam masa tumbuh kembang. Untuk itu, pemakaian alat makan dan minum dari plastik harus terjamin keamanannya. Perhatikanlah simbol plastik pada produk. tempat makan dan minum yang dianjurkan adalah menggunakan LDPE dan PP.

Low Density Polyethylene (LDPE) merupakan bahan yang aman digunakan karena tidak bereaksi terhadap makanan. Polypropylene (PP) adalah bahan berkualitas dan aman untuk menyimpan makanan dan minuman. Untuk Tupperware, terdapat keterangan PP dalam setiap produknya.

  1. Standardisasi

Standardisasi atas suatu produk sangat penting untuk dipastikan. Produk berbahan plastik sebagai alat makan bayi ini tergolong aman apabila sudah teruji dan mendapatkan ijin dari lembaga resmi, seperti FDA (Food and Drugs Administration), JFSC (Japan Food Safety Commission), EFSA (European Food Safety Authority), dan lain sebagainya.

  1. Simbol Merek Dagang yang Paten

Selain standardisasi yang menjadikan produk tersebut layak edar, Anda perlu memastikan bahwa terdapat simbol merek dagang yang sudah dipatenkan untuk produk tersebut. Hal ini harus dipastikan demi mengetahui siapa yang membuat produk alat makan bayi.

Pastikan memilih produk dengan merek yang jelas dan terdapat logo M (trade mark) atau R (registered) yang menandakan merek tersebut sudah resmi terdaftar. Jika sudah resmi terdaftar dan paten seperti ini, alat makan bayi bisa dipastikan aman.

  1. Kelayakan Produk

Produk alat makan bayi juga harus dipastikan aman dengan kondisi yang masih layak pakai. Lihatlah keseluruhan bagian produk agar Anda mengetahui kondisinya secara menyeluruh. Pilihlah produk yang masih utuh dan tidak terdapat goresan atau kerusakan lainnya. Meskipun produknya bermerek, Anda wajib memastikan kelayakan produknya.

  1. Kemudahan Perawatan

Alat makan bayi yang berkualitas sudah tentu mudah dalam perawatannya. Anda harus memastikan alat makan yang dibeli mempunyai kualitas baik yaitu tahan lama dan mudah dibersihkan.

  1. Garansi Produk

Garansi produk ini penting sebagai perlindungan konsumen. Produsen yang memberikan fasilitas ini bersedia menanggung pengembalian produknya yang rusak akibat pemakaian normal. Tupperware adalah salah satu produk alat makan yang mempunyai garansi seumur hidup.

Semua komponen tersebut bisa dijadikan panduan dalam memilih alat makan bayi yang berkualitas dan aman. Pastikan setiap perlengkapan dan alat makan dibeli dari toko perlengkapan bayi yang terpercaya dan lengkap agar benar-benar mendapatkan produk terbaik yang sesuai kebutuhan.

5 Cara Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat

5 Cara Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat

Anak-anak cenderung memiliki daya tahan tubuh yang mudah melemah. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtuanya harus bisa menjaga kesehatan anak dengan cara memilihkan asupan gizi setiap hari. Terutama sebelum beraktivitas di pagi hari. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai pilihan menu sarapan pagi anak yang bisa menjaga kesehatannya setiap hari.

1. Sandwich Telur

Bahan-Bahan:

  • 1 buah telur
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh gula
  • 1 sendok teh bubuk merica
  • Parutan keju secukupnya
  • Mentega secukupnya
  • 2 lembar roti
  • Mayones secukupnya
  • 1 buah tomat
  • Selada secukupnya
  • Saus sambal sesuai selera

Cara Membuat:

  • Masukkan telur, garam, gula dan bubuk merica pada suatu wadah. Kocok hingga semua bahan ini tercampur dengan rata.
  • Campurkan parutan keju kemudian aduk lagi hingga rata.
  • Panaskan wajan penggorengan yang sudah diolesi dengan mentega menggunakan api sedang. Jika sudah panas, masukkan adonan telur dan dadar sampai matang.
  • Apabila sudah terlihat cokelat keemasan, segera angkat dan sisihkan di wadah lain.
  • Sementara itu, siapkan roti yang sudah dibentuk segitiga dan olesi bagian dalam dengan mayones secukupnya.
  • Iris tomat dan selada.
  • Tambahkan saus sambal sesuai selera pada roti, masukkan irisan tomat dan selada.
  • Letakkan telur dadar tadi kemudian tangkupkan roti dan sajikan.

2. Oatmeal Buah

Bahan-Bahan:

  • Oatmeal
  • Air panas
  • Susu
  • Potongan buah pilihan

Cara Membuat:

  • Siapkan oatmeal pada wajan dan masukkan air panas lalu masak hingga mendidih.
  • Segera angkat dan masukkan dalam mangkok.
  • Aduk oatmeal untuk menghilangkan suhu panasnya.
  • Jika sudah sedikit dingin, maka masukkan susu full cream atau susu low fat sesuai selera.
  • Masukkan potongan buah pilihan yang anak suka.
  • Sajikan selagi hangat.

3. Smoothie Mix

Bahan-Bahan:

  • Susu rendah lemak
  • Yoghurt
  • Madu
  • Buah-buah pilihan sesuai selera
  • Sayuran pilihan sesuai selera

Cara Membuat:

  • Potong dan masukkan semua buah dan sayuran pilihan ke dalam blender.
  • Campur dengan madu, yoghurt dan susu rendah lemak ke dalam blender.
  • Blender semua bahan hingga benar-benar menjadi halus.
  • Tuang dalam gelas tanpa harus disaring.
  • Sajikan selagi segar.

4. Roti Panggang

Bahan-Bahan:

  • 2 lembar roti tawar
  • Madu secukupnya
  • Mentega secukupnya

Cara Membuat:

  • Oleskan mentega secukupnya pada roti
  • Panggang roti tawar hingga terlihat cokelat keemasan.
  • Potong roti berbentuk segitiga.
  • Oleskan madu pada roti dan sajikan.

5. Salad Kentang

Bahan-Bahan:

  • 2 buah kentang ukuran sedang
  • Mayones secukupnya
  • 1 sendok teh gula dan garam
  • ½ sendok teh bubuk lada untuk penyedap

Cara Membuat:

  • Cuci kentang dengan sampai bersih lalu rebus hingga terasa sedikit lunak
  • Iris sesuai selera dan masukkan ke dalam mangkok
  • Masukkan gula, garam dan lada campur hingga menyatu
  • Masukkan mayones dan aduk hingga rata
  • Masukkan kentang dalam adonan mayones dan sajikan

Itulah beberapa pilihan menu sarapan pagi anak yang bisa Anda sajikan setiap hari. Apabila anak mulai terasa bosan, bisa Anda kreasikan menu yang Anda buat. Bisa juga Anda menambahkan bahan-bahan lainnya agar anak bisa merasakan lebih nikmat. Jangan lupa juga sajikan dengan minum air putih untuk menambahkan mineral dalam asupan gizinya terutama saat pagi hari.

Ingin Si Kecil Sehat? Kenali Pemenuhan Gizi Seimbang Bayi Dengan MPASI

Gizi Seimbang Bayi Dengan MPASI

Bayi usia 7-11 bulan adalah tahapan perkembangan yang pada usia ini sudah dibolehkan penambahan Makanan Pendamping ASI (MPASI).  Oleh karena itu, bayi tidak hanya meminum ASI tetapi juga makanan pendamping yang menunjang gizi lain diluar ASI. Hal ini tidak lain bertujuan pemenuhan gizi seimbang pada bayi.

Apa saja nutrisi yang diperhatikan agar tercapai Angka Kecukupan Gizi (AKG) bayi usia 7-11 bulan.

Kebutuhan makro bayi asupan harian

  • Energi total 726 kkal
  • Protein sekitar 18 gram
  • Lemak 36 gram
  • Serat 10 gram
  • Karbohidrat 82 gram
  • Dan air 800 ml.
  • Sedangkan kebutuhan mikro asupan bayi harian adalah
  • 400 mcg Vitamin A
  • 5 mcg Vitamin D
  • 5 mcg Vitamin E
  • 10 mcg Vitamin K
  • Kebutuhan Mineral
  • 250 mg Kalsium
  • 250 gram Fosfor
  • 55 mg Magnesium
  • 200 mg Natrium
  • 700 mg Kalium
  • 7 mg Besi

Ketentuan Pemberian Makanan Harian

Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbamg pada bayi diperlukan makanan lain yang memberikan kelengkapan nutrisi. ASI hanya memenuhi nutrisi sekitar 65-80% bahkan kandungan mikronutriennya rendah. Pengenalan MPASI hendaknya diberikan secara bertahap agar usus bayi belajar adaptasi dengan makanan.

Sebagai permulaan, Anda memberikan makanan lumat atau lembek misalnya bubur. Diharapkan bayi akan berkenalan dengan tekstur dan rasa makanan baru. Kalau sudah terbiasa Anda dapat meningkatkan level dengan nasi tim yang sedikit lebih padat. Namun jangan terlalu keras agar bayi tidak kesulitan dalam mengunyah atau menggigit.

Pemberian MPASI dapat dilakukan sehari sebanyak 3 kali agar gizi tercukupi. Hal yang terpenting adalah makanan yang sehat dan bebas dari bahan-bahan kimia. Kementrian Kesehatan RI memberikan pedoman maakanan MPASI. Berikut adalah komposisi seimbang MPASI:

  • MPASI lengkap mengandung makanan pokok, lauk hewani dan lauk nabati serta sayuran dan buah-buahan
  • MPASI sederhana mengandung makanan pokok, lauk hewani atau lauk nabati serta sayuran dan buah-buahan
  • Ketentuan MPASI yang Baik
  • Energi padat, mengandung protein dan gizi mikro seperti seng, zat Besi, Kalsium, Vitamin A, Vitamin C, dan Asam Folat
  • Tidak mengandung bumpu masak yang tajam, tetapi gunakan secukupnya
  • Mudah dikonsumsi dan anak menyukainya

Syarat MPASI yang Diberikan untuk Bayi

  • Pemberian tepat pada waktunya tidak terburu-buru atau tidak terlambat
  • Aman disimpan dan alat makan bersih
  • Mengandung gizi makro dan mikronutrien bayi
  • Menyesuaikan tekstur MPASI dengan kemampuan bayi makan.

MPASI sebaiknya jangan disamakan dengan makanan orang dewasa karena jelas berbeda. Dari segi tekstur makanan sampai saran penyajian juga berbeda karena kebutuhan energinya juga berbeda. Untuk lebih praktis, Anda dapat menggunakan produk susu formula untuk penuhi nutrisi seimbang terutama bagi bayi yang masih sulit di beri makanan pendamping. Demikian pemberian gizi seimbang pada bayi yang dilakukan secara bertahap. Semoga bermanfaat!

Tips Cepat Untuk Cara Melatih Bayi Berjalan

Tips Cepat Untuk Cara Melatih Bayi Berjalan

Mengetahui beragam perkembangan dari seorang bayi, bagi orang tua merupakan kado terbaik agar tetap menjaga sepanjang waktu. Memberikan berbagai jenis latihan dan stimulasi juga harus seimbang, agar bayi jauh lebih aktif dan terus melatih setiap gerakan dari tubuh. Oleh karena itu, cara melatih bayi berjalan akan selurus dengan kemampuan yang dimiliki setiap bagian otot di tubuh bayi.

Selain melakukan pola berjalan, bayi sebelum itu harus bisa melakukan posisi duduk dan tengkurap untuk membuat setiap bagian tubuh terlatih. Terkadang, para orang tua, terutama yang baru memiliki anak pertama akan mendapatkan sedikit kesulitan saat melatih proses berjalan dari bayi. Sejatinya, ada banyak sekali metode dimana bisa dilakukan dengan mudah dan tidak perlu repot untuk melakukan proses tersebut.

Cara Melatih Terbaik Untuk Proses Berjalan

Persiapkan diri anda sebagai orang tua agar tidak panik atau khawatir pada saat anak mulai proses dan sering terjatuh ke lantai. Cukup perhatikan saja agar proses bayi tidak terlalu keras dan tidak mengenai objek yang membahayakan saat di sekitar bayi anda. Jika anda melihat anak anda mengalami waktu terlambat untuk melakukan beragam cara untuk berjalan, maka lakukan dorongan paksaan ringan agar bayi ingin mulai berproses.

Tips untuk melatih setiap proses untuk cepat dalam belajar berjalan pada bayi :

  1. Biasakan anak untuk menumpu dengan kedua kaki

Cara pertama ini bisa dilakukan pada saat bayi sudah berusia sekitar 4 bulan dan mulai mencari cara agar membuat kaki bisa tetap menumpu. Hal paling awal saat akan berjalan tentu saja membuat bayi bisa mulai berdiri terlebih dahulu, dimana dengan begitu maka otot dari anak semakin terlatih. Persiapan ini memang harus dilatih terlebih dahulu, agar keseimbangan dari bayi terhadap bobotnya sendiri akan terbiasa.

  1. Meningkatkan tingkat keseimbangan tubuh

Melanjutkan sebelumnya, agar bisa menjadi lebih seimbang di awal proses belajar tentu harus didukung dengan beragam hal. Secara umum bayi akan mulai mengatur keseimbangan juga melalui berdiri atau bergerak dengan berpegangan benda di sekitarnya. Benda seperti tembok, tiang, dan menggandeng tangan dari anda akan menjadi media untuk bayi bisa terus menjaga keseimbangan secara perlahan.

  1. Mendukung dan melatih langkah pertama

Ketika keseimbangan lebih baik dan sudah teruji, maka dukung setiap gerakan pada anak terutama dalam melakukan gerakan langkah. Ini akan membuat bayi jauh lebih yakin dan bersemangat untuk mencoba tiap awal perjalanan menjadi lebih baik. Mulai Usia 11 bulan atau 12 bulan, rata-rata bayi akan mulai melakukan langkah terbaik untuk melakukan tiap perkembangannya. Para orang tua perlu untuk mendukung dan memberikan motivasi.

Menjalankan pelatihan untuk menemani bayi berjalan, tentu sangat menyenangkan dan memberikan kesan tersendiri untuk orang tua. Perlu untuk selalu mendorong dan memberikan setiap motivasi agar membuat bayi terus ingin berusaha dengan adanya dampingan dari orang tua. Jangan sampai anda kurang perhatian untuk memberikan stimulasi yang sangat penting agar bayi tetap termotivasi.

1 2 3 4