Mengenal 16 Subsektor Ekonomi Kreatif di Indonesia

Mengenal 16 Subsektor Ekonomi Kreatif di Indonesia

Salah satu sektor industri yang sedang diperhatikan di Indonesia adalah industri kreatif. Sektor ini masih cukup baru namun sudah mampu memberikan sumbangsih yang besar terhadap perekonomian di Indonesia. Terdapat 16 subsektor ekonomi kreatif menurut Perpres No. 72 2015.

Sebelumnya, ekonomi kreatif berada di bawah naungan Bekraf. Namun sejak pemerintahan presiden Joko Widodo di tahun 2019, ekonomi kreatif dialihkan di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( kemenparekraf ).

16 Subsektor Ekonomi Kreatif dan Contohnya

  • Aplikasi dan Game

Penggunaan gadget oleh masyarakat sangat ditentukan oleh dukungan aplikasi di dalamnya. Beberapa jenis aplikasi yang sering digunakan antara lain media sosial, peta dan navigasi, musik dan video, serta game atau permainan.

Sayangnya, sektor aplikasi dan game di Indonesia ini masih kurang bisa bersaing dengan perusahaan luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah menggenjot pertumbuhan developer aplikasi dan game. Salah satu contoh perusahaan di Industri ini adalah Gojek.

  • Arsitektur

Sektor yang kedua adalah arsitektur. Hal ini berkaitan dengan rancang bangun sebuah bangunan seperti gedung, jembatan, dan lain sebagainya. Arsitektur berperan penting dalam melestarikan kebudayaan desain bangunan khas Indonesia.

Dilihat dari sektor pembangunan, arsitektur juga memiliki peranan dalam merancang desain tata kota yang akan berperan dalam pembangunan di wilayah tertentu.

  • Desain Interior

Sebuah bangunan terdiri dari interior dan eksterior. Desain interior juga masuk ke dalam sub sektor dari industri kreatif di Indonesia. Perkembangan desain interior di Indonesia berkembang sangat pesat. Tenaga ahli desain interior lokal juga dilibatkan dalam perancangan desain hotel serta hunian lain.

  • Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual atau DKV berperan besar memberikan dukungan kepada para pengusaha skala kecil hingga besar, pemilik brand, hingga program pemerintah. Praktisi DKV berperan dalam menyampaikan pesan dari brand agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Permasalahan yang sering terjadi pada industri ini adalah kurang dihargainya sebuah desain oleh masyarakat. Alih-alih menyebutnya desain grafis, banyak praktisi DKV yang menyebutnya sebagai desain gratis karena kerap dianggap sebelah mata.

  • Desain Produk

Sebenarnya desain produk masih satu kelompok dengan Desain Komunikasi Visual (DKV), namun sektor ini lebih fokus pada estetika, nilai, dan optimalisasi produk untuk meningkatkan keuntungan produsen dan konsumen.

  • Fashion

Perubahan tren di bidang fashion bisa berlangsung sangat cepat. Dalam setahun bisa muncul lebih dari 3 tren busana yang berbeda. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peran dan produktivitas para fashion designer, terutama mereka yang masih berusia muda.

Tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha fashion adalah persaingan dengan produk luar negeri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai produk impor. Persepsi inilah yang harus diperangi oleh pelaku usaha fashion lokal saat ini.

  • Film, Animasi, dan Video

Industri film, animasi, dan video di Indonesia tengah mengalami perkembangan ke arah yang positif. Potensinya sangat besar jika bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Namun saat ini, industri perfilman agak terkendala karena pandemi yang mengakibatkan ditutupnya bioskop.

  • Fotografi

Industri fotografi seperti tak pernah ada matinya. Sejak dahulu, sub sektor ini selalu stabil dan hampir tak pernah mengalami penurunan. Foto yang dihasilkan oleh fotografer Indonesia juga bisa bersaing di kancah internasional. Sebaiknya pemerintah masih harus memperbaiki aturan mengenai HKI.

  • Kriya

Kriya merupakan salah cabang dari seni rupa terapan, benda yang dihasilkan tak hanya memiliki nilai estetik namun juga bisa berfungsi untuk kebutuhan masyarakat. Contoh hasil dari sub sektor kriya antara lain tekstil, produk keramik, kerajinan kaca, logam, kulit, serta ukiran kayu.

  • Kuliner

Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas yang bisa dijadikan sebagai potensi wisata kuliner. Sub sektor ini juga menyumbang pendapatan sekitar 30% dari seluruh pendapatan di bidang ekonomi kreatif.

  • Musik

Beberapa waktu lalu, Indonesia sempat dihebohkan dengan RUU Permusikan yang dianggap tak berpihak pada musisi dan pelaku usaha di dunia musik. Padahal musik ini merupakan salah satu industri yang tak pernah ada matinya.

Pelaku usaha di dunia musik sangat menyayangkan maraknya praktik pembajakan yang terjadi secara terang-terangan. Mereka berharap bisa menyelesaikan permasalahan ini supaya pemusik dan orang-orang yang terlibat dalam industri ini bisa mendapatkan kesejahteraan yang seharusnya.

  • Penerbitan

Penerbitan sering dipandang sebelah mata, padahal industri inilah yang berperan besar dalam munculnya buku-buku berkualitas. Meski digempur digitalisasi, sub sektor ini tetap bertahan. Bahkan tak sedikit pula usaha penerbitan baru yang terus bermunculan.

  • Periklanan

Semua sektor industri membutuhkan perusahaan periklanan. Tak heran jika sub sektor ini bertumbuh dengan sangat pesat. Pertumbuhannya bisa mencapai 10% setiap tahunnya.

  • Seni Pertunjukan

Salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif adalah seni pertunjukan. Contoh seni pertunjukan yang dimiliki Indonesia antara lain wayang, tari, ketoprak, dan teater. Pelaku industri seni peran sangat mengharapkan dukungan pemerintah, terutama untuk penyediaan gedung serta fasilitas regulasi.

  • Seni Rupa

Industri seni rupa di Indonesia sedang mendapatkan perhatian yang besar dari dunia internasional. Berbagai event besar diadakan seperti OK Video Festival, Art Jog, Jakarta Biennale, dan Jogja Biennale Jogja.

  • Televisi dan Radio

Sub sektor yang satu ini terus berkembang meskipun sudah banyak media streaming bermunculan. Meskipun selalu bertumbuh, tayangan televisi di Indonesia dinilai kurang berkualitas sehingga kurang diminati masyarakat. Begitu pula dengan radio yang dianggap kurang menarik bagi generasi muda.

Pelaku 16 subsektor ekonomi kreatif sangat memerlukan dukungan pemerintah untuk mengembangkan industri. Sejatinya, ekonomi kreatif ini akan menjadi sumber pemasukan yang besar bagi negara apabila dapat dikelola dengan baik.

Referensi : https://www.kemenparekraf.go.id/